6 Ciri Oli Palsu yang Patut Diwaspadai

Oli pada kendaraan bermotor merupakan komponen penting berupa cairan yang menjaga mesin agar tetap awet dan tidak cepat rusak. Cairan ini berfungsi sebagai pelumas mesin. Oleh karena itu, oli yang sesuai pabrikan motor tentu lebih baik daripada oli palsu.  

Pemakaian oli yang tidak sesuai dengan standar pabrikan dapat membuat mesin motor menjadi terganggu. Mulai dari mesin yang cepat panas, penggunaan bahan bakar yang boros, hingga keluarnya bunyi bising dari motor. Oli yang palsu banyak beredar di pasaran. Maka dari itu, pengendara harus berhati-hati agar tidak terkecoh dan membeli oli yang palsu. 

Ciri-Ciri Oli Palsu

Oli palsu dapat dibedakan dari oli asli dengan memperhatikan ciri-cirinya. Oleh karena itu, pemilik kendaraan bermotor harus mengetahui ciri-ciri oli yang tidak murni agar terhindar dari kekeliruan saat memilih oli. Berikut adalah karakteristik oli yang tidak asli. 

1. Kemasan Oli

Perbedaan antara oli asli dan palsu bisa dilihat dari kemasannya. Kemasan oli asli lebih tajam dan tertutup rapi. Sementara kemasan oli yang palsu cenderung lebih pudar dan kurang tajam. 

Jadi, kemasan oli asli tentu lebih tepercaya dan berbobot daripada yang palsu. Maka dari itu, sebelum memilih oli, perhatikan dahulu kemasannya. 

2. Label Oli 

Oli asli dan palsu mudah untuk dibedakan jika pemilik kendaraan bermotor jeli memperhatikan label pada kemasan. Oli asli memiliki label yang jelas dan memiliki hologram asli dari pabrikan. 

Sementara oli yang palsu memiliki label yang buram dan tidak memiliki hologram di botol olinya. 

3. Botol Oli

Perbedaan oli asli dengan palsu yang berikutnya terletak pada botol. Botol oli asli tentu terlihat bagus dan dalam keadaan yang baru. 

Sementara botol oli yang palsu terlihat seperti bekas dan memiliki banyak goresan, bahkan penyok. Karena itulah, penting untuk memperhatikan kondisi botol sebelum membeli oli.   

4. Warna Oli 

Ciri lainnya untuk membedakan oli asli dengan yang palsu adalah memperhatikan warnanya. Warna oli yang masih baru akan terlihat lebih cerah, jernih, dan tidak pekat. 

Sementara warna oli yang palsu akan terlihat kusam, gelap, dan pekat. Selain itu, oli palsu juga cenderung lebih encer daripada oli asli.    

5. Aroma Oli

Aroma oli juga bisa digunakan untuk membedakan oli asli dan palsu. Oli asli memiliki aroma yang tidak menyengat. 

Sementara oli yang palsu akan memiliki aroma yang menyengat dan terlalu kuat untuk dihirup, sehingga cukup mengganggu. Aroma yang berlebihan bisa menjadi indikator bahwa ada zat tambahan yang tidak seharusnya ada pada oli. 

6. Barcode 

Oli asli memiliki barcode yang masih bagus dan dapat dilihat dengan jelas. Barcode ini dapat ditemukan di bagian kemasan oli. Lain halnya dengan oli yang tidak asli, pada kemasannya tidak terdapat barcode. Bahkan sekalipun ada, barcode-nya rusak dan tidak jelas.  

Oli palsu dengan asli bisa dibedakan dengan mudah dengan memperhatikan ciri-cirinya. Jika pemilik kendaraan bermotor tetap menggunakan oli yang palsu, maka itu akan menyebabkan sirkulasi di mesin menjadi terhambat dan mudah panas. Oleh karena itu, hindari memakai oli yang palsu.